PT EquityWorld Futures : Aset Orang Kaya Makin Gemuk, Sinyal Membahayakan Ekonomi

EquityWorld Futures – Peningkatan aset bersih 50 orang terkaya Indonesia hingga mencetak rekor baru menurut ekonom menjadi sinyal membahayakan bagi perekonomian Indonesia. Alasannya Ekonom Indef Bhima Yudisthira menilai kondisi tersebut memperlihatkan akumulasi pertumbuhan ekonomi masih hanya dinikmati oleh golongan masyarakat super kaya.

“Sementara orang miskin masih terjebak di sektor komoditas perkebunan yang harganya jatuh. Ini justru sinyal yang membahayakan,”

Lebih lanjut, terang dia distribusi 40% pendapatan masyarakat paling bawah berada di kisaran 17% dari total nasional. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir angkanya tidak membaik seiring dengan rasio gini yang stagnan di kisaran 0.38.

Kemudian jika harta orang kaya meningkat dengan lebih dari konsumsi rumah tangga yang berada dikisaran 5%, itu artinya golongan kaya ini naik sendiri tidak menciptakan multiplier effect ke kelompok masyarakat lainnya.

“Orang kaya di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti cenderung lebih cepat melakukan diversifikasi sektor, dari komoditas ke sektor yang lain. Contohnya Djarum Group dan Lippo grup masuk ke bisnis e-commerce dan fintech”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

Advertisements

PT EquityWorld Futures : Rupiah Meroket Sentuh Level Rp14.475/USD Saat IHSG Siang Perkasa

EquityWorld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan, Terpantau meroket untuk kembali menyentuh level Rp14.475/USD setelah sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir. Kebangkitan mengiringi kokohnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau.

Rupiah pada sesi siang berada di posisi Rp14.475/USD atau menanjak naik dari posisi penutupan kemarin di level Rp14.595/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.475 hingga Rp14.595/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, hingga sesi I berada di level Rp14.480/USD atau jauh lebih baik dari sebelumnya Rp14.597/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.480-Rp14.555/USD.

Sementara data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di zona hijau menjadi Rp14.536/USD. Posisi ini perkasa dari posisi sebelumnya di level Rp14.577/USD.

Tren lonjakan Rupiah yang menunjukan siang berada pada posisi Rp14.518/USD. Posisi rupiah tercatat menguat dari sebelumnya Rp14.637/USD.

Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan menjelang akhir pekan terlihat semakin perkasa dengan tambahan 55,02 poin atau 0,90% menjadi 6.170,60. Raihan tersebut jauh lebih baik dari pembukaan pagi tadi, di level 6.156,58 lewat peningkatan 41,070 poin yang setara 0,67% ketika kemarin meroket jadi 6.115,58 dengan tambahan 38,99 poin.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sesi siang secara keseluruhan tanpa terkecuali berada di jalur positif. Sektor dengan kenaikan tertinggi dicetak consumer usai melesat 2,13% diikuti lonjakan infrastruktur sebesar 1,97%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,44 miliar dengan 6,20 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing Rp151,80 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,17 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,32 triliun. Tercatat 253 saham naik, 144 turun dan 125 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) serta PT Indospring Tbk. (INDS). Sedangkan saham-saham yang melemah yakni PT Arkadia Digital Media Tbk. (DIGI), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) dan PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : IHSG Sesi Pagi Menghijau Iringi Lesatan Bursa Saham Jepang dan Korea

EquityWorld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Dibuka menghijau, usai meningkat tipis dibandingkan sesi kemarin yang berkutat pada zona merah. Pagi ini, IHSG menguat 16,21 poin dengan berada pada level 6.097,73 yang ditopang peningkatan 182 saham.

Sementara itu sebelumnya bursa saham Tanah Air I pada perdagangan, Selasa (11/12) kemarin berakhir tertahan di zona merah untuk melengkapi raihan negatif sepanjang hari ini. Tercatat, IHSG hingga sesi sore ditutup melemah 34,77 poin atau 0,57% ke level 6.076,59.

Di sisi lain bursa saham Asia pada perdagangan Rabu pagi tercatat lebih tinggi, dengan saham produsen mobil di China, Jepang dan Korea Selatan melompat tinggi menyusul dikabarkan China siap memotong tarif bea impor mobil yang dibuat di AS hingga 15% dari 40% saat ini.

Indeks saham Jepang memimpin kenaikan pada wilayah ini dengan Nikkei Jepang melonjak 1,72% menjadi 21.512,2 dibandingkan sesi penutupan kemarin di posisi 21.148,02. Sedangkan indeks Topix juga meningkat sebesar 1,74% ke level 1.602,7 dari sebelumnya 1.575,31.

Sektor Automotif merupakan salah satu sumber pemasukan terbesar Jepang, dan untuk mengikuti jejak rekan mereka di AS setelah China berencana mengurangi tarif bea impor mobil. Saham Yamaha Motor melonjak 5,32% diikuti saham Mitsubishi Motor melesat 3,21% dan sementara saham Toyota merayap tipis 2,02%.

Selanjutnya saham Nissan juga melompat tinggi 1,6% meskipun skandal baru-baru ini melibatkan mantan Chairman Carlos Ghosn. Raihan positif juga terlihat pada indeks Kospi di Korea Selatan usai memperoleh tambahan 0,97% menjadi 2.072,91 dibandingkan Selasa, kemarin di 2.052,97.

Pasar saham daratan China juga mengawali hari di wilayah positif dengan Komposit Shenzhen lebih tinggi 0,307% pada level 1.348,02 sedangkan komposit Shanghai meningkat tipis 0,36% ke level 2.603,50 untuk mengiringi lesatan Indeks Hang Seng di Hong Kong usai meningkat 1,36% di posisi 23.122,23.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Rupiah Merosot Tajam, IHSG Sesi Siang Kehilangan 31,87 Poin

EquityWorld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini, Terus mengalami tekanan hingga merosot tajam untuk sulit keluar dari zona merah. Kejatuhan mata uang Garuda juga mengiringi raihan negatif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sesi I di tengah aksi jual investor.

Rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.640/USD atau anjlok dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.550/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.580 hingga Rp14.640/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp14.642/USD atau tidak lebih baik dibandingkan penutupan awal pekan kemarin Rp14.553/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.605-Rp14.642/USD.

Rupiah siang ini masih tak berdaya usai berada di level Rp14.639/USD atau menyusut dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp14.550/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan pada zona merah menjadi Rp14.613/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk dari posisi sebelumnya Rp14.517/USD.

Di sisi lain IHSG pada perdagangan siang ini masih berkutat di zona merah usai kehilangan 31,87 poin yang setara dengan 0,52% menuju posisi 6.079,49 untuk melanjutkan tren negatif setelah pagi tadi dibuka jatuh menjadi 6.095,82 usai merosot 15,540 poin atau 0,254%. Sedangkan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup turun tipis 15,00 poin atau 0,24% ke level 6.111,36.

Sektor saham dalam negeri hingga sesi siang hari ini terpantau mayoritas melemah dipimpin kejatuhan terdalam sektor industri dasar mencapai 1.63% diikuti properti ambruk 1.40%. Sedangkan penguatan tertinggi dicetak aneka industri yakni 0,96%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat Rp3,65 miliar dengan 5,49 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp246,77 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,09 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp850,08 miliar. Tercatat 148 saham naik, 233 turun dan 139 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT). Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) dan PT Indospring Tbk. (INDS).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Dua Saham Perdana Ini Dibuka Melesat

EquityWorld Futures – Saham perdana PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) pada hari ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada level Rp1.800/saham atau naik 600 poin dari harga penawaran Rp1.200/saham.

Direktur Urban Jakarta Propertindo Tri Rachman Batara mengatakan, saham perusahaan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,6 kali dari jumlah saham yang ditawarkan. Sementara melalui IPO ini, pihaknya memperoleh dana sebesar Rp430 miliar.

“Properti dengan konsep TOD merupakan pilihan bagi masyarakat urban di Jakarta dan sekitar. Terutama, menghadapi permasalahan utama seperti kemacetan dan keterjangkauan,”

Dana yang diperoleh dari penawaran umum 51% akan digunakan untuk untuk akuisisi lahan di wilayah Jabodetabek. Kemudian, 31% akan digunakan untuk belanja modal dan pengembangan, serta 18% untuk modal kerja perusahaan.

Pada aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek.

Selain URBN, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) juga menjadi emiten pendatang baru ke-55 di BEI. Perseroan tercatat sebagai perusahaan ke-617 yang melantai di BEI.

Saham perdana perusahaan dibuka naik 115 poin ke level Rp280 dari Rp165. Saham SOTS ditransaksikan sebanyak 36 kali dengan volume perdagangan sebanyak 26.448 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp740,54 juta.

Sementara, jumlah tambahan modal yang berhasil dihimpun perusahaan sebesar Rp66 miliar. Perusahaan akan menggunakan dana hasil IPO untuk melakukan akuisisi atas tanah dan bangunan Sotis Residence Penjernihan. Adapun, dalam aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai underwriter.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Pertumbuhan Ekonomi RI Berpotensi Paling Cepat di Dunia Tahun Depan

EquityWorld Futures – Indonesia berpotensi menjadi negara dengan ekonomi yang kuat di tahun 2019. Hal diungkapkan oleh The Future of Global Economic Landscape and the Implication for Emerging Countries, John Hawksworth (PWC UK) saat mempresentasikan tentang perkiraan ekonomi global yang akan naik dua kali lipat

Menurutnya Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Pasalnya, perekonomian negara berkembang masih menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi global.

“Perekonomian negara berkembang masih menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi global. Vietnam, India dan Indonesia akan menjadi tiga negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia,”

Meski begitu, terang dia pemerintah Indonesia perlu melakukan reformasi struktural untuk memperbaiki stabilitas makro ekonomi, untuk beradaptasi dengan teknologi baru, mendiversifikasi ekonomi serta mengurangi kesenjangan. Salah satunya peralihan pekerjaan di sektor pertanian dan sebagian sektor manufaktur.

“Ini harus diimbangi dengan penciptaan pekerjaan di sektor jasa dan manufaktur teknologi tinggi bila negara berinvestasi di artificial intelligence (AI) dan robotika,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suhasil mengaku, optimistis Indonesia bisa menjadi negara maju dengan ditopang keuntungan bonus demografi, usia produktif, urbanisasi, jumlah kelas menengah, dan sektor jasa yang lebih produktif. Namun demikian, Indonesia membutuhkan infrastruktur, sumber daya manusia, teknologi, perencanaan wilayah, sumber daya ekonomi dan keuangan, stabilitas makro dan politik, serta kepastian hukum.

“Selama ini Indonesia telah menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di atas 5% dengan kualitas pertumbuhan yang semakin membaik, hal ini ditunjukkan oleh turunnya kemiskinan, rasio gini, dan pengangguran. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan antara lain gejala deindustrialisasi, ketergantungan pada komoditas, industri yang terkonsentrasi di Jawa, masalah kualitas tenaga kerja, dan kemampuan adaptasi teknologi”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Rupiah Diprediksi Belum Bisa Menguat

EquityWorld Futures  – Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, pelemahan USD belum dapat dimanfaatkan rupiah untuk kembali menguat. Di sisi lain, mulai menguatnya laju USD dengan memanfaatkan pelemahan EUR setelah pelaku pasar kembali mencermati perkembangan pembahasan anggaran Italia dengan Uni Eropa.

Analis Senior CSA Research Institute, ini tentunya dapat kembali menjadi sentimen negatif bagi rupiah.

“Diharapkan pelemahan rupiah dapat lebih terbatas dan waspadai adanya potensi pelemahan kembali,”

Rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.450-Rp14.390/USD. Sementara, pergerakan rupiah kemarin kembali melanjutkan pelemahannya.

“Laju USD yang mulai mengalami peningkatan setelah pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya sejak diberitakannya rencana pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi untuk membahas kesepakatan dagang diantara keduanya”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures