PT Equity World Futures : Pergerakan Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan

Equity World Futures – Pasca sentimen pertemuan G-7 telah usai, kini rupiah dihadapkan pada sentimen potensi kembali terjadinya perang dagang antara AS dan China setelah AS berencana mengenakan tarif 10% terhadap sejumlah barang-barang impor China senilai USD200 miliar.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, ini sebagai lanjutan dari pengenaan barang-barang impor China senilai USD50 miliar.

“Permintaan akan sejumlah mata uang safe haven diperkirakan akan kembali meningkat, sehingga dikhawatirkan rupiah akan cenderung kembali tertekan,”

Menurutnya, waspadai jika potensi pelemahan kembali terjadi. Adapun rupiah diestimasikan Reza akan bergerak dengan kisaran support Rp13.930 per USD dan resisten Rp13.914 per USD.

Sementara, laju rupiah mengakhiri pekan sebelum libur dengan pelemahan. Tampaknya pelaku pasar mencoba mengamankan posisi untuk antisipasi kondisi selama libur Lebaran.

Di sisi lain, pergerakan USD dan JPY juga sedang mengalami kenaikan seiring permintaan kedua mata uang tersebut yang sedang tinggi.

“Adanya pertemuan G-7 yang memicu kekhawatiran membuat permintaan atas mata uang safe haven meningkat setelah adanya twitter Presiden Trump yang menyerang pemimpin Kanada dan Uni Eropa sehingga berimbas pada pergerakan rupiah yang kian terdepresiasi,”

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

Advertisements

PT Equity World Futures : H+4 Lebaran, Harga Bahan Pokok di Jakarta Masih Stabil

Equity World Futures – Harga kebutuhan bahan pangan relatif stabil sepanjang Ramadhan, Lebaran hingga pasca Lebaran tahun ini. Hingga H+4 Lebaran 2018, beberapa komoditas terpantau mulai terjadi penurunan harga.

Menurut Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Riwantoro, stabilitas harga masih terjaga. Ini berdasarkan pantauan petugas di pasar-pasar tradisional wilayah DKI Jakarta dari hari ke hari.

“Kami simpulkan hingga H+4 Lebaran, harga bahan pangan terutama pada pasar-pasar di ibukota, terpantau stabil,”

Dia menjelaskan stabilitas harga ini relatif terjaga karena stok di level petani dan produsen juga aman. Apalagi pasca Lebaran H+4 ini, pasokan pangan dari produsen sudah mulai lancar memenuhi kebutuhan di Jakarta.

“Petani dan pedagang sudah aktif. Artinya pasokan pangan pokok sudah mulai bertambah, tentunya harga bergerak normal,” ujarnya.

Berikut pantauan harga bahan pangan pada sejumlah pasar tradisional di lima wilayah Propinsi DKI Jakarta hingga 18 Juni 2018. Beberapa bahan pangan terpantau mengalami stabil. Misalnya, beras dari beberapa jenis, macam-macam cabai, bawang merah, ayam potong ras dan telur ayam ras.

Harga beras premium di Pasar Metro Atom, Jembatan Lima, Lenteng Agung dan Kalibaru Rp10.739 sampai Rp11.772 per kg. Pada pasar-pasar yang tidak disebutkan pun harganya terpantau turun dan stabil.

“Tak hanya itu, telur ayam ras pun masih stabil Rp24 ribu per kg. Ayam broiler atau ayam ras rata-rata Rp37 ribu per kg, masih stabil,”

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Kementan, Yasid Taufik mengungkapkan dari hasil pantauan pun, harga cabai rawit merah di Pasar Grogol, Pal Meriam, Cijantung, Gondangdia, Pesanggrahan, Tebet Barat, dan Pasar Rumput rata-rata Rp40 ribu per kg.

Bahkan di Pasar Senen Bok III-VI turun Rp5.000 per kg, dan stabil di pasar lainnya.Pada pasar ini pun, bawang merah terpantau stabil, berkisar Rp28 ribu hingga Rp35 ribu per kg. Bawang putih Rp33.162 per kg,”

Untuk diketahui, secara rinci penurunan harga terjadi pada sejumlah bahan pangan seperti Beras IR III (IR 64) menjadi rata-rata Rp9.428 per kg. Beras Muncul I rata-rata Rp12.289 per kg, Beras IR 42/Pera turun rata-rata menjadi Rp12.212 per kg dan tepung terigu turun menjadi Rp7.662 per kg.

Daging sapi khas (paha belakang) turun Rp641 per kg menjadi rata-rata Rp127.307 per kg. Daging sapi murni (semur) di harga Rp121.410 per kg, turun Rp1.089 per kg.

Sementara komoditas yang tidak mengalami pergerakan harga atau stabil, Beras Setra I/Premium tetap di harga Rp12.489 per kg. Gula pasir stabil di harga Rp12.976 per kilogram.

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

PT Equity World Futures : Kisah Miliarder George Soros dan Perannya Sebagai Filantropis

Equity World Futures – Pengusaha berdarah Hungaria-Amerika George Soros merupakan salah satu investor keuangan paling terkenal di dunia yang juga seorang filantropis atau dermawan yang menyumbangkan hartanya.  Istilah ini umumnya diberikan pada orang-orang yang memberikan banyak dana untuk kegiatan-kegiatan sosial, pendidikan hingga kesehatan.

Menghasilkan kekayaannya melalui spekulasi keuangan yang cerdik, Soros telah menghabiskan dana miliaran untuk membiayai proyek-proyek yang terkait dengan hak asasi manusia dan usaha demokrasi liberal di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, pendanaan itu membuatnya menjadi target kaum nasionalis dan populis di dunia, yang menggambarkannya sebagai seorang manipulator demokrasi.

Seorang filantropis seringkali tidak mendapatkan dukungan menyeluruh terhadap tindakannya. Tuduhan yang sering diterima yakni masalah tujuan amal (seperti mendanai seni bukannya memerangi kelaparan dunia), atau memiliki tujuan terselubung seperti penghindaran pajak dengan efek samping popularitas. Hal ini juga dialami oleh Soros yang kini berusia 87 tahun melalui kritik keras bernada anti-Semit.

Tahun-tahun Awal

Lahir pada tahun 1930 di Budapest, Soros memiliki seorang ayah yang berprofesi sebagai pengacara asal Yahudi. Ia dan keluarganya selamat dari pendudukan Nazi Hongaria dengan cara berpisah dan menyamarkan agama mereka. Dia kemudian bermigrasi ke Inggris saat berusia 17 tahun, hingga mencapai gelar sarjana dan PhD dari London School of Economics (LSE) sambil bekerja paruh waktu sebagai porter kereta api dan pelayan klub malam.

Sementara sembari kuliah, Soros juga mempelajari filsuf Karl Popper, yang dikenal lewat seruannya untuk demokrasi liberal Barat di tahun-tahun pasca-perang. Konsepnya tentang “masyarakat terbuka” akan sangat berpengaruh pada ideologi dan karier finansial Soros dikemudian hari.

Karier Investasi

Setelah awalnya bekerja pada perbankan investasi di London, Soros kemudian pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1956. Dia menghabiskan waktu di beberapa perusahaan di New York, sebelum mendirikan hedge fund sendiri pada tahun 1970. Soros Fund Management, yang pada akhirnya akan menjadi Quantum Fund, dikenal dengan investasi agresif dan pengembalian yang tinggi bagi investor.

Firma ini selanjutnya mendapatkan ketenaran karena spekulasi jangka pendek dan fleksibel di pasar keuangan global. Kesuksesan ini menjadikan Soros sebagai salah satu orang terkaya di dunia dan mengukuhkannya sebagai legenda di pasar investasi.

Ia menjadi terkenal dengan menyandang gelar ‘Pria yang Yang Menjagal Bank of England’ pada bulan September 1992, ketika Ia meraup keuntungan 1 miliar poundsterling dari efek kejatuhan mata uang Inggris. Pada 16 September atau yang dikenal sebagai Black Wedesday, Departemen Keuangan dengan cepat kehilangan miliaran cadangan mereka dan memaksa pound keluar dari Mekanisme Nilai Tukar Eropa (ERM).

Perjudian investasi ini mungkin yang paling terkenal dari Soros, untuk mengkonsolidasikan reputasinya sebagai investor mata uang utama dunia. Kebijaksanaan keuangannya kemudian menyebabkan tuduhan bahwa ia telah membantu untuk merancang krisis keuangan Asia pada 1997 ketika baht Thailand runtuh, memicu krisis keuangan yang meluas di seluruh wilayah.

Pada saat itu, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengecam “para pencari untung yang tidak bermoral” dan menyerukan agar perdagangan mata uang “tidak bermoral” dilarang. Soros menjadi sasaran kemarahannya, tetapi investor lain juga berperan terhadap kejatuhan terhadap mata uang Thailand.

 

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

PT Equity World Futures : BPH Migas Minta Pertamina Percepat Penyaluran Premium di 41 SPBU

Equity World Futures – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta PT Pertamina (Persero) menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di 41 SPBU. Pertamina ditargetkan menjual kembali Premium di 571 SPBU paling lambat H-7, dari 571 SPBU tersebut masih ada 41 SPBU yang belum menjual Premium lagi.

Dari 571, 530 SPBU sudah menjual kembali Premium sedangkan 41 SPBU sisanya masih ada kendala teknis antara lain tangki timbun yang belum siap, perlu perbaikan perpipaan, dan adanya keengganan/keraguan pemilik SPBU untuk menjual kembali bensin Premium.

“Sesuai informasi dari PT Pertamina (Persero), sampai dengan hari Selasa tanggal 12 Juni 2018 pukul 21.30 WIB, dari 571 SPBU yang akan menyalurkan kembali Bensin Premium telah terealisasi sebanyak 530 SPBU yang menjual kembali Bensin Premium dan sisanya sebesar 41 SPBU mengalami kendala,”

Ia meminta kepada Pertamina untuk memberikan target waktu tertentu kepada pemilik SPBU Pertamina untuk menyalurkan kembali Premium.

“BPH Migas meminta kepada PT Pertamina (Persero) untuk memberikan target waktu kepada para pemilik SPBU yang telah ditunjuk untuk menyalurkan kembali Bensin Premium paling lambat pada hari Jumat 15 Juni 2018 dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,”

Pertamina juga diminta untuk memberikan peringatan atau sanksi kepada SPBU yang belum menyalurkan lagi Premium.

“Selanjutnya, kepada SPBU yang belum dapat memenuhi target dapat diberikan peringatan/sanksi sesuai aturan yang berlaku,”

Pertamina diminta untuk dapat menjaga keamanan pasokan dan distribusi untuk seluruh Jenis Bahan Bakar Minyak yang diperlukan oleh masyarakat termasuk Bensin Premium (JBKP) di seluruh wilayah NKRI baik di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) maupun luar Jamali.

 

 

 

 

 

Equity World Futures

PT Equity World Futures : Darmin Prediksi Laju Inflasi Setelah Lebaran Sebesar 0,25%

Equity World Futures – Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi laju inflasi usai Lebaran berkisar antara 0,22% sampai 0,25%. Hal tersebut dipengaruhi oleh harga bahan pangan.

“Jadi antara 0,22 sampai 0,25 karena harga-harga oke, beras oke, daging oke, yang mungkin sedikit naik itu telur. Tapi kenaikan harga telur tidak banyak mempengaruhi,”

Menurut Darmin, selain komoditas, yang harus diperhatikan adalah tiket pesawat. Jika tiket angkutan darat tidak bisa dimainkan, tiket pesawat bisa karena mereka bisa menambah satu rute perjalanan.

“Kalau harga transportasi udara tidak ada lonjakan maka inflasi kita bulan Juni 0,22% sampai 0,25%. Jadi antara itu,”

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Mei 2018 sebesar 0,21% (mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi April 2018 sebesar 0,10%. Namun lebih rendah dibandingkan inflasi Mei 2017 yang sebesar 0,39%.

Adapun inflasi tahun kalender Mei adalah 1,30%. Sementara inflasi tahunan Mei 2018 sebesar 3,23 (yoy).

 

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

PT Equity World Futures : Rupiah Siang Ambruk Saat IHSG Tertahan di Zona Merah

Equity World Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi perdagangan siang hari ini, terus ambruk untuk melanjutkan tren negatif sejak sesi pagi tadi. Kejatuhan rupiah mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga sulit keluar dari zona merah.

Menurut Yahoo Finance, rupiah pada perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.915/USD atau memburuk dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.863/USD. Rupiah merosot dengan pergerakan harian pada kisaran level Rp13.863-Rp13.915/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.918/USD untuk menunjukkan sinyal kejatuhan semakin delan dari penutupan sebelumnya di posisi Rp13.875/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran Rp13.887 per USD hingga Rp13.920 per USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini masih menyusut ke level Rp13.905/USD yang cenderung tidak berdaya dari sesi pagi. Sedangkan dibanding penutupan kemarin, tidak lebih baik di level Rp13.875/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan pada jalur pelemahan di level Rp13.902/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah lesu dari posisi sebelumnya Rp13.868/USD.

Di sisi lain IHSG pada perdagangan siang ini masih berkutat di zona merah usai kehilangan 51,07 poin yang setara minus 0,84% ke level 6.055,63 setelah pagi tadi dibuka mengalami penurunan 12,670 poin atau setara 0,207% menjadi 6.094,03 poin.. Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup bertambah 36,99 poin atau 0,61% menjadi 6.106,70.

Sektor saham dalam negeri hingga siang ini, mayoritas berada di jalur negatif dengan sektor keuangan melemah terdalam sebesar 1,62% diikuti kejatuhan sektor infrastruktur mencapai 1,49%. Sedangkan satu-satunya sektor yang menguat tertinggi yakni industri dasar sebesar 0,41%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,57 triliun dengan 3,51 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp483,18 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,52 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,04 triliun. Tercatat 119 saham naik, 216 turun dan 128 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS). Sementara, saham-saham yang melemah yakni PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk.

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

PT Equity World Futures : Rupiah Berakhir Masih Tak Berdaya, Penguatan Euro Tak Terbendung

Equity World Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore ditutup masih tak berdaya untuk terus melanjutkan tren negatif. Kejatuhan rupiah yang semakin dalam mengiringi laju penguatan euro yang belum terbendung hingga menyentuh posisi terbaiknya dalam dua pekan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi sore perdagangan berada pada level Rp13.863/USD atau menyusut saat berhadapan dengan mata uang Negeri Paman Sam dibanding penutupan sebelumnya Rp13.852/USD. Rupiah bergerak pada level Rp13.843-Rp13.880/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah bertengger ke level Rp13.875/USD atau semakin tak berdaya dari penutupan sebelumnya Rp13.854/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.860-Rp13.884/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada level Rp13.868/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah semakin membaik dibandingkan posisi penutupan kemarin  Rp13.875/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan penurunan di akhir sesi untuk kehilangan tipis ke level Rp13.875/USD dan menjadi sinyal negatif. Posisi tersebut tidak lebih baik dari kemarin Rp13.851/USD.

Seperti dilansir Reuters, euro rebound ke level tertinggi dua pekan seiring prediksi bahwa Bank Sentral Eropa bakal melakukan perlambatan program pembelian obligasi besar-besaran pada akhir tahun ini. Sentimen tersebut mendorong euro ke posisi tertinggi dua pekan 1,1828 terhadap USD atau meningkat setengah persen hari ini.

Sementara indeks USD tergelincir 0,4% ke posisi terlemah sejak 22 Mei untuk membuat beberapa mata uang lainnya termasuk Poundsterling dan Yen Jepang kembali pulih setelah sempat mencetak kerugian versus greenback. Beberapa mata uang negara berkembang juga naik, meskipun lira Turki TRY turun menjelang keputusan suku bunga.

Dolar mencapai level tertinggi dua minggu dari peringkat 110,27 saat melawan Yen Jepang di akhir perdagangan AS pada hari Rabu, kemarin sebelum kembali naik di perdagangan Asia. Namun mata uang Amerika Serikat (USD) itu turun 0,2% menjadi 109,98 pada awal perdagangan Eropa.

 

 

 

 

Equity World Futures