PT Equity World Futures : Rupiah Ditutup Merayap Naik, USD Sentuh Level Tertinggi 13 Bulan

Equity World Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) merangkak naik pada perdagangan sesi sore,  meski tidak terlalu besar dari sebelumnya. Tren perbaikan mata uang rupiah mengiringi lesatan dolar hingga menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan.

Rupiah di sesi akhir perdagangan membaik masih tertekan di level Rp14.578/USD saat berhadapan dengan USD dibanding penutupan sebelumnya Rp14.576/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp14.573 hingga Rp14.646/USD

Menurut data Bloomberg di sesi sore perdagangan hari ini, rupiah bangkit ke level Rp14.576/USD atau mulai menanjak naik dari penutupan kemarin Rp14.584/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp14.576-Rp14.643/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada tren perbaikan menuju level Rp14.621/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah merayap dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp14.625/USD.

Rupiah sore ini masih anjlok ke posisi Rp14.630/USD atau lebih baik dari sebelumnya. Rupiah terus berada dalam zona merah untuk mencoba sulit keluar dari tekanan.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, USD menguat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun di tengah krisis lira Turki yang telah menyebar ke pasar negara berkembang yang memberi permintaan untuk greenback sebagai aset safe-haven.Tanda-tanda ekonomi AS tetap kuat menjelang kenaikan suku bunga yang diperkirakan bakal dilakukan oleh Federal Reserve bulan depan telah membuat dolar mendominasi mata uang lainnya dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan lira yang telah melukai euro karena kekhawatiran tentang eksposur bank-bank Eropa ke Turki telah mendorong permintaan lebih lanjut untuk dolar bersama dengan mata uang safe-haven lainnya seperti franc Swiss dan yen Jepang. Terhadap enam mata uang utama lainnya, USD hari ini naik ke 96.862 atau level tertinggi sejak akhir Juni 2017.

Namun Lira sempat pulih hingga diperdagangkan pada posisi 5,7503 terhadap dolar AS, atau tercatat menguat dari penutupan sehari sebelumnya 6,3577. Rebound sebesar 6,0 lawan dolar didorong oleh langkah pengawas perbankan untuk membatasi transaksi swap dan dengan harapan meningkatkan hubungan Uni Eropa.

Rally dolar mendorong penjualan pada euro dan pounds Inggris. Terlihat euro diperdagangkan mendekati posisi 1,13 terhadap USD untuk pertama kalinya sejak Juli 2017 dan Poundssterling merosot di bawah 1,27 untuk pertama kalinya sejak Juni tahun lalu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

Advertisements

PT Equity World Futures : Penggandaan Akun GoCar Kembali Rugikan Konsumen

Equity World Futures – Sistem transportasi berbasis aplikasi online tak selamanya memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa ini. Dugaan penggandaan akun GoCar konsumen kembali dialami salah satu pengguna jasa aplikasi transportasi ini. “Mobil yang datang berbeda jenis, plat nomor dan pengemudinya,”

Dia mengungkapkan, saat melakukan order pada aplikasi terekam nomor Order RB-1588159939 dengan identitas pengemudi Zulfikar Al Bakri, jenis mobil Nissan Grand Livina dengan Nopol B 1706 BRF.

Namun pengemudi yang datang yakni Eka Nurasa dengan armada Daihatsu Xenia bernopol B 2457 SKJ, dengan nama pemesan Salsa dengan nomor telepon 08119919210. Alamat penjemputan dan alamat drop off sama. “Pengemudinya bilang, orang bernama Salsa memberikan nomor saya,”

Saat dikonfirmasi, Eka Nurasa, pengemudi GoCar  mengungkapkan, alamat penjemputan dan drop off sesuai dengan yang ada di aplikasi. “Saya juga bingung alamat sama, tujuan sama tapi yang pesan berbeda,”

Menurut Eka, order yang masuk ke dalam aplikasinya yakni RB-1588188118. “Lewat chat di aplikasi, Salsa memberikan nomor penumpang kepada saya,” ujar Eka kembali. Menurut dia, kejadian tersebut diduga sebagai salah satu modus baru setelah sebelumnya mencuat kasus order fiktif di aplikasi GoCar. “Mungkin ini modus baru, tapi bahaya juga ya,” 

Penumpang yang memiliki saldo GoPay besar juga disarankan untuk lebih waspada.  Agus Wahyudin, pengamat transportasi dari MD9 Institute menegaskan, masyarakat harus waspada. Apalagi jika melakukan order pada malam hari. Disarankan untuk melakukan pengecekan lebih detil mengenai identitas pengemudinya.

“Selain itu Go-Jek juga harus memperbaiki sistemnya. Karena data-data konsumen ada di mereka. Jika terjadi pembobolan, tentu akan merugikan konsumen.”

Pemerintah, melalui Kemenkominfo juga diminta tegas dalam melakukan pengawasan terhadap perusahaan penyedia aplikasi transportasi. “Ini akan menjadi masalah serius bagi masyarakat. Karenanya pemerintah harus lebih proaktif dalam pengawasan.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

PT Equity World Futures : Ini Layanan Bea Cukai Kupang di Wonderful Sail to Indonesia 2018

Equity World Futures – Tak bisa dimungkiri, Indonesia dengan pemandangan pantai dan lautnya yang indah merupakan salah satu tujuan favorit untuk para pecinta kapal layar (yacht).

Pemerintah yang menyadari potensi tersebut menyelenggarakan kegiatan pelayaran (sail) yang menjadi acara rutin tahunan dan menjadikan Kota Kupang sebagai salah satu pintu masuk bagi para yachter asing. Bertajuk Wonderful Sail to Indonesia 2018, dari ajang yang dimulai sejak Rabu tanggal 1 Agustus, diharapkan para wisatawan benar-benar merasakan indahnya Indonesia.

“Sejak hari Rabu para peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018 sudah mulai berdatangan di Pantai Koepan (salah satu tempat favorit yachter untuk lego jangkar). Berasal dari sejumlah negara mulai dari Australia, Inggris, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat bahkan Afrika Selatan. Setelah berada di Kupang selama sekitar sepekan, para peserta akan melanjutkan perjalanannya ke berbagai destinasi di Indonesia sesuai dengan rute sail,”

Bertempat di Pos Terpadu CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, Port Master), Bea Cukai Kupang mengambil perannya sebagai instansi yang memberikan pelayanan Impor Sementara Kapal Wisata Asing (Yacht).

“Pemberitahuan berupa Vessel Declaration (VD) merupakan dokumen wajib yang harus dimiliki oleh para wisatawan asing (yachter) ketika memasuki perairan Indonesia dari luar negeri. Selain pelayanan kepabeanan, Bea Cukai Kupang juga melakukan pengawasan terhadap yahct yang diatensi terdapat atau membawa Barang Larangan dan/atau Pembatasan,”

Hingga saat ini, petugas gabungan Kantor Bea Cukai Kupang serta Balai Karantina telah melakukan pemeriksaan terhadap 20 yacht milik peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018 yang telah tiba di Kota Kupang dari 23 yacht yang direncanakan masuk melalui Kota Kupang.

Pemeriksaan dilaksanakan dalam rangka untuk mencocokan data yang telah diisi secara online dengan fisik kapal. Selain itu dilakukan pemeriksan dengan alat ion scan agar bisa dideteksi apakah peserta Sail Indonesia membawa narkotika, obat-obatan terlarang atau tidak. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, para peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018 yang telah tiba di Kota Kupang tersebut telah memenuhi semua ketentuan-ketentuan yang berlaku.

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

PT Equity World Futures : Jaga Produksi, Kementan Siapkan Antisipasi Hadapi Kekeringan

Equity World Futures – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi puncak musim kemarau yang berdasarkan perkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada bulan Agustus dan September 2018. Sejumlah langkah antisipatif yang sudah dilakukan diyakini akan mampu menjaga produksi pertanian, khususnya padi.

“Seluruh pejabat kementan dan kita bersama sama turun ke lapangan untuk membantu petani langsung di lahan sawah mereka. Mencari sumber air dan mempertahankan pertanaman 1 juta hektare (ha) bulan Agustus ini agar tetap panen,”

Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto, sejumlah langkah komprehensif sudah dilakukan, antara lain melakukan percepatan tanam pada daerah yang belum mengalami kekeringan, penggunaan bibit padi khusus untuk lahan kering, serta penerapan teknologi dan mekanisasi untuk penyediaan air.

Secara kelembagaan, lanjut Gatot, Kementan juga meningkatkan sosialisasi dan koordinasi kepada seluruh pemangku kepentingan di setiap daerah. Secara umum, Gatot menyatakan bahwa musim kekeringan seharusnya tidak selalu dipandang sebagai sesuatu yang buruk. Menurutnya, justru banyak peluang dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi jika dikelola dengan baik.

Gatot menambahkan, salah satunya adalah kesempatan untuk memanfaatkan areal pertanaman di rawa. Rawa yang semula tinggi muka air 1 meter, pada musim kering turun menjadi 20-30 cm, sehingga menjadi peluang untuk wilayah tanam baru.

“Selain itu, musim kemarau bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin karena hasil panen lebih bagus, hama lebih sedikit, sinar matahari cukup baik untuk fotosintesis, dan kualitas gabah lebih baik,”
Sikap positif Kementan juga didukung dengan data luas pertanaman pertanaman tahun ini yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Dibanding bulan Oktober-Juli 2016/2017, pertanaman di bulan yang sama tahun 2017/2018 ini surplus 738.524 ha.

Selain itu, luas pertanaman bulan Juni sebagai awal kemarau tahun 2018 mencapai 984.234 ha, juga masih lebih baik dibandingkan pada bulan yang sama tahun lalu yakni seluas 933.390 ha.

“Peningkatan ini penting karena di beberapa tempat yang menurut BMKG mengalami kemunduran musim kemarau, Kementan berkomitmen melakukan percepatan tanam padi di beberapa wilayah, terutama yang masih bisa memanfaatkan hujan,” terangnya.

Di beberapa wilayah yang memang sudah mengalami kekeringan, Kementan sudah melakukan langkah-langkah dengan memanfaatkan hasil inovasi pertanian yang cocok untuk dilakukan pada musim kering, antara lain benih khusus lahan kering.

Selain itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Dirjen Tanaman Pangan Kementan Yanuardi juga mendorong penerapan teknologi adaptasi untuk menanggulangi dampak kekeringan, di antaranya adalah penerapan biopori dan sumur suntik.

“Kementan sudah memetakan wilayah-wilayah mana saja yang mendapat alokasi teknologi tersebut di 18 provinsi. Total alokasi 400 biopori dan sumur suntik. Aceh, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat misalnya mendapatkan teknologi biopori, sementara sisanya menggunakan sumur suntik.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

PT Equity World Futures : Bank Mandiri Targetkan Rp3 Triliun dari PUB I Tahap III

Equity World Futures – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana menerbitkan obligasi sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap III 2018 dengan target indikatif total Rp3 triliun. PUB I Tahap III tahun 2018 ini adalah bagian dari PUB I Bank Mandiri dengan total size sebesar Rp14 triliun.

Pada tahun 2016 dan 2017, perseroan telah menerbitkan obligasi sebesar total Rp11 triliun yang terbagi dalam 2 tahap. Pada PUB I Tahap I tahun 2016, perseroan menerbitkan obligasi Rp5 triliun dan pada PUB I Tahap II tahun 2017 sebesar Rp6 triliun.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, penerbitan obligasi ini dimaksudkan untuk memperkuat struktur pendanaan bank dan ekspansi kredit perusahaan.

“Dalam penerbitan ini, perseroan telah menunjuk enam perusahaan penjamin emisi, yakni Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan Trimegah Sekuritas,”

Dijelaskannya, PUB I Tahap III ini akan diterbitkan dengan tenor 5 tahun dengan kisaran kupon 7,75%-8,50%.

“Rencananya, penawaran awal PUB I Tahap III ini akan dimulai pada 8-24 Agustus 2018, dengan Penawaran Umum diperkirakan pada 14-17 September 2018.”

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

PT Equity World Futures : Rupiah Berakhir Perkasa Saat Pounds Balik Melawan

Equity World Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore,  tampil perkasa hingga sempat menyentuh level Rp14.427/USD. Tren perbaikan rupiah mengiringi membaiknya Poundsterling setelah sempat jatuh ke level terburuk pada awal pekan kemarin.

Rupiah di sesi perdagangan sore menguat menjadi Rp14.435/USD dibanding penutupan awal pekan Rp14.465/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.427 hingga Rp14.488/USD.

Rupiah lebih baik di posisi Rp14.470/USD untuk terus memperlihatkan sinyal perbaikan dibandingkan sebelumnya. Posisi ini membaik dibandingkan kemarin pada level Rp14.490/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg juga terlihat berbalik menguat, pada perdagangan spot exchange lebih tinggi ke level  Rp14.442/USD dibandingkan kemarin Rp14.478/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.440-Rp14.490/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur pelemahan dengan berada pada level Rp14.485/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tidak lebih baik dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada pada level Rp14.481/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, Pounds bangkit untuk mencetak kenaikan usai aksi jual besar-besaran oleh investor yang khawatir Inggris bisa segera keluar dari Uni Eropa alias Brexit tanpa mengamankan kesepakatan perdagangan. Lantas pounds merosot ke posisi terburuk dalam 11 bulan pada awal pekan kemarin.

Tercatat pounds telah jatuh lebih dari 8% sejak April seiring pemerintah belum menyetujui kesepakatan negosiasi usai meninggalkan Uni Eropa. Ketidakpastian tersebut menjadi sentimen negatif bagi pasar mata uang yang terus memantau seputar prospeknya.

Poundsterling naik tipis 0,2% menjadi 1,2973 versus USD atau menjauh dari posisi terburuk awal pekan kemarin di level 1,2920 yang merupakan terendah sejak 19 Juli. Sementara secara luas masih terlihat mendapat terhadap euro yang juga meningkat di posisi 89,35.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures

PT Equity World Futures : First Travel Bayar Utang ke Kanomas dengan Aset

Equity World Futures – PT Kanomas Arci Wisata (Kanomas Tour & Travel) menegaskan tidak menguasai aset sitaan milik First Travel. Semua dokumen mengenai peralihan dan kepemilikan aset yang kini dimiliki Kanomas, sudah ditunjukan dalam proses persidangan kasus penipuan perjalanan umrah dan pencucian uang yang dilakukan pemilik First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

“Aset-aset yang dikuasai dan dimiliki Kanomas bukanlah aset milik First Travel. Aset-aset tersebut telah beralih kepada klien kami jauh sebelum kasus Andika Surachaman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan ditetapkan sebagai tersangka kasus First Travel,”

Dia menambahkan, peralihan sebagian aset First Travel kepada Kanomas merupakan pembayaran atas sebagian utang First Travel kepada Kanomas. “Beberapa aset itu digunakan First Travel sebagai pembayaran sebagian utang,”

Dia mengungkapkan, total utang First Travel mencapai Rp85 miliar. Sementara taksiran aset yang digunakan untuk membayar tagihan tersebut hanya Rp30 miliar. “Sehingga sampai sekarang, First Travel masih memiki sisa utang yang sangat banyak kepada klien kami,”

Dalam penyelanggaraan perjalanan ibadah umrah, First Travel melakukan pembelian tiket melalui Kanomas selaku provider tiket untuk beberapa maskapai penerbangan, seperti Saudi Airlines dan Etihad. Hubungan antara First Travel dan Kanomas, lanjut dia, merupakan hubungan mitra bisnis. First Travel selaku penyelanggara perjalanan ibadah umrah, dan Kanomas selaku provider tiket yang merupakan vendor penyedia tiket bagi jamaah umrah First Travel.

Husni menambahkan, sejak pertengahan 2016, hubungan kerja sama First Travel dan Kanomas awalnya berjalan cukup baik, banyak jamaah umrah First Travel yang diberangkatkan melalui tiket yang dibeli First Travel dari Kanomas. Pembayaran tiket juga berjalan baik, setelah diterbitkan invoice oleh Kanomas, dibayar lunas oleh First Travel.

Baru pada November 2016, First Travel mulai mengalami kesulitan pembayaran, dimulai dengan adanya tagihan yang tidak dibayarkan lunas dan menjadi utang. Atas utang First Travel tersebut, beberapa cara telah ditempuh Kanomas untuk menagih, antara lain dengan skema pembayaran secara bertahap atau mencicil.

Pada April 2017, First Travel menyerahkan aset-aset milik Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan berupa rumah di Sentul, kantor di Depok dan rumah di Depok serta beberapa mobil seperti Hummer, Vellfire, VW Caravelle, Fortuner dan Pajero sebagai pembayaran sebagian utang First Travel.

“Semua peralihan aset itu telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan juga sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.”

 

 

 

 

 

 

 

 

Equity World Futures