PT EquityWorld Futures : BPJSTK Tetapkan Koha Barat Jadi Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

EquityWorld Futures – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) menetapkan Desa Koha Barat, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Khusus Sulawesi Utara ditargetkan ada 3 desa dan ini merupakan desa yang pertama.

Dewan Pengawas (Dewas) BPJSTK, M. Aditya Warman menjelaskan, pihaknya punya target 200 desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan tersebar di seluruh Indonesia. “Tahun depan nanti bisa 300 lagi. Intinya seluruh desa di 547 kota-kabupaten di Indonesia, semua harapan kita bisa terpenuhi,”

Sambung Aditya masih ada dua lagi di setiap kota yang akan ditetapkan. Bahkan bisa ada tiga hingga lima jika perlu dan harus sepenuhnya disupport baik oleh dewas maupun direksi untuk menjadikan desa adalah titik kilometer nol untuk membangun rakyat yang sejahtera. “Ini merupakan salah satu program BPJSTK untuk memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia yang tertuang dalam Pancasila sila ke-5,”

Dijelaskan, BPJS Ketenagakerjaan sepenuhnya menyadari kedekatan kepada peserta rakyat Indonesia adalah cara yang terbaik karena dengan mendekati mereka, dekat dengan seluruh komponen desa, keadilan sosial akan merata di seluruh pelosok negeri ini.

Apalagi di hari pelanggan ini pihaknya ingin menyentuhnya satu demi satu, tidak boleh di setiap desa-desa terbaik di seluruh pelosok ini tidak pernah datang kepadanya. “Seluruh pimpinan jajaran BPJS Ketenagakerjaan yang tersebar di seluruh daerah, kita sebar ke semua untuk bisa menyentuh mereka,”

Menurutnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, ada pekerja migran Indonesia di sana ada pekerja pekerjaan di daerah, UMKM, usaha mikro, nelayan, petani, pedagang, apapun semua harus kita jadikan tahun ini dan tahun depan seluruhnya harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Warga desa menyadari bahwa dengan iuran sangat murah minimal kalau terjadi resiko itu mereka terproteksi. Dengan adanya risiko, mereka merasa tidak kehilangan momentum untuk proteksi keluarga yang ditinggalkannya. Baik kecelakaan kerja maupun kematian di saat tua ada jaminan hari tua di saat pensiun atau tabungan,”

Kepala BPJSTK Cabang Manado, Candra Tri Kartika mengatakan, program desa sadar jaminan sosial merupakan inovasi dari BPJSTK untuk bekerja sama dengan aparat desa dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa, agar lebih memahami manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan. “BPJSTK terus berusaha memberikan pelayanan dari hati dan berharap semoga Koha Barat menjadi contoh sebagai desa yang sadar akan jaminan sosial,”

Kepala Disnakertrans Sulut, Erni Tumundo mengapresiasi langkah BPJSTK. Pasalnya kata dia dengan adanya program tersebut maka diharapkan semua tenaga kerja di desa Koha Barat bisa mengikuti program BPJSTK, baik bukan penerima upah (BPU) ataupun penerima upah (PU).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

Advertisements

PT EquityWorld Futures : IHSG Rebound Jelang Rilis Data Cadangan Devisa

EquityWorld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 21,54 poin atau 0,38% ke level 5.661,96. Namun indeks berbalik rebound 22,43 poin atau 0,39% ke posisi 5.705,93 pada pukul 10.24 WIB.

Kemarin, IHSG ditutup jatuh 221,80 poin atau 3,76% menjadi 5.683,50 akibat sentimen melemahnya rupiah. Hari ini, sembilan indeks sektoral bergerak di zona hijau dengan kenaikan utama dari sektor infrastruktur +2,13%, industri dasar +1,88%, dan konsumer +1,31%.

Dari 521 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, 209 saham menguat, 189 stagnan dan 123 tertekan. Transaksi bersih asing -Rp645,10 miliar dengan aksi jual asing Rp3,78 triliun dan aksi beli asing Rp3,13 triliun.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, kenaikan IHSG berkat data tingkat kepercayaan konsumen hari ini yang disinyalir cukup bagus dan data perekonomian cadangan devisa. Sehingga memberi pengaruh positif terhadap pola gerak IHSG.

Sementara, pasar saham Asia bervariasi pada pagi ini, menyusul aksi jual saham teknologi semalam di Wall Street. Indeks Nikkei 225 turun 0,41% karena saham perusahaan video Nintendo turun sekitar 4,4%.

ASX 200 Australia turun 0,94% karena keuntungan pendapatan sektor telekomunikasi tidak sesuai ekspektasi. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,48% pada jam perdagangan awal. Di daratan China, baik Shanghai dan Shenzhen sebagian besar diperdagangkan mendatar. Kospi Korea Selatan melawan tren dengan naik 0,12%.

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures 

PT EquityWorld Futures : Harga BBM Belum Naik, Rupiah Diprediksi Bergerak ke Rp15.100/USD

EquityWorld Futures – Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang menegaskan, pemerintah punya pilihan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi obat sederhana untuk menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Edwin menjelaskan, pemerintah seharusnya sudah mengerti bahwa cara menguatkan rupiah tidak perlu pusing dengan berbagai tindakan, kecuali menaikkan harga BBM.

“Pastinya orang-orang pintar di atas sudah mengetahui jawabannya. Obatnya sederhana yakni menaikkan BBM dan TDL subsidi,”

Setelah USD bergerak liar hingga Rp15.000/USD, setelah itu mulai muncul imbauan, ancaman dan rasa nasionalisme meningkat untuk mempertahankan rupiah.

Selama harga BBM dan TDL subsidi tidak dinaikkan dan berubahnya Indonesia menjadi negara manufaktur dari negara komoditas maka tidak berlebihan, jika tiga bulan mendatang bukan mustahil rupiah diperkirakan menuju Rp16.000/USD.

Sementara pada hari ini, IHSG diperkirakan masih melanjutkan kejatuhannya seiring turunnya EIDO -4,32%, oil -1,04%, gold -0,82%, nikel -2,42% dan DJIA -0,05%.

“Kemudian, naiknya yield obligasi Indonesia tenor 10 tahun yang sudah di level 8,3% dan CDS Indo di level 143,24 serta spot rupiah yang diperkirakan menuju Rp15.100/USD.”

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Sentimen Rupiah Buat IHSG Melemah Empat Hari Beruntun

EquityWorld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan dibuka ceria dengan rebound sebesar 7,18 poin atau 0,12% ke level 5.974,76. Namun, indeks berbalik kembali melemah 17,90 poin atau 0,30% ke level 5.949,68 pada pukul 09.21 WIB.

Senin kemarin, indeks ditutup kehilangan 50,88 poin atau 0,85% menjadi 5.967,58. Sentimen melemahnya rupiah membuat kepercayaan investor melemah di pasar modal sehingga menyeret IHSG ke zona merah.

Delapan dari 10 indeks sektoral bergerak negatif sehingga membebani indeks. Koreksi terdalam terjadi pada aneka industri yang -0,62%, disusul industri dasar -0,51% dan penguatan terjadi pada sektor properti +0,34%. Ini menjadi pelemahan beruntun selama empat hari.

Dari 320 saham yang diperdagangkan di bursa, 105 tertekan, 114 stabil dan 101 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp272 miliar dari 443 juta lembar saham. Transaksi bersih asing Rp5,01 miliar dengan aksi beli asing Rp61,96 miliar dan aksi jual asing Rp56,94 miliar.

Berbeda dengan pasar saham dalam negeri, indeks saham Asia sebagian besar dibuka positif. Melansir dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,11% karena sejumlah mayoritas sektor saham dibuka positif. Kospi Korea Selatan juga diperdagangkan naik 0,12%.

Bursa saham China juga menguat, dengan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,14%. Shanghai membukukan kenaikan 0,24% dan Shenzhen bertambah 0,35%. Namun Australia ASX 200 melawan tren dengan dibuka turun 0,26%. Sektor keuangan yang negatif 0,67% telah membebani indeks.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Rupiah Ditutup Loyo Saat Pounds Dekati Level Tertinggi

EquityWorld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini,  ditutup masih loyo hingga sesi sore akhir pekan. Pelemahan mata uang Indonesia sepanjang hari ini mengiringi Poundsterling yang bertahan mendekati level tertinggi di tengah harapan terobosan dalam negosiasi Brexit.

Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp14.710/USD atau memburuk dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp14.680/USD. Rupiah pada perdagangan akhir pekan bergerak dengan kisaran harian Rp14.710-Rp14.710/USD.

Data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah semakin terkapar ke level Rp14.725/USD dengan pergerakan di antara Rp14.683 hingga Rp14.730/USD. Posisi rupiah memperlihatkan kejatuhan dibanding penutupan sebelumnya Rp14.685/USD.

Rupiah berakhir di posisi Rp14.730/USD. Rupiah terlihat tak berdaya dibandingkan posisi tengah pekan kemarin di level Rp14.690/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada tren pelemahan ke level Rp14.711/USD. Posisi ini tercatat ambruk dari posisi sebelumnya di level Rp14.655/USD.

Sementara dilansir Reuters, Pounds tertahan di dekat level tertinggi ketika melompat mencapai 1,3013 terhadap USD untuk mendekati posisi terbaiknya dalam 3 Agustus, ke level 1,3043 dalam perdagangan, Kamis kemarin. Terhadap euro, mata uang Inggris merosot menjadi 89,71,jauh di bawah posisi tertinggi 2018 dari 86,2 pada bulan April.

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : IHSG Berakhir Jatuh Iringi Keterpurukan Bursa Asia

EquityWorld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi sore perdagangan,  berakhir jatuh, meski tidak terlalu besar. Hingga sesi penutupan, IHSG kehilangan 46,19 poin atau 0,76% menjadi 6.018,96.

Di sisi lain IHSG pada sesi perdagangan siang tercatat turun tipis 0.01% yang setara 0,35 Poin ke posisi 6.064,80. Sebelumnya pagi tadi, bursa saham Tanah Air dibuka mendapatkan tambahan 14,81 poin atau 0.24% ke level 6,079.96 sedangkan kemarin menguat 22,50 poin di 6.065,15

Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di area negatif. Di mana sektor yang mengalami pelemahan terdalam yaitu infrastruktur 1,55% diikuti industri dasar anjlok 1,04%. Sedangkan penguatan satu-satunya terjadi pada sektor perkebunan yang menguat tipis 0,20%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp10,62 triliun dengan 12,11 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp204,21 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,14 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,35 triliun. Tercatat sebesar 161 saham menguat, 229 melemah dan 148 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) naik Rp390 menjadi Rp4.780, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA)  menanjak Rp140 ke posisi Rp4.760 dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) bertambah Rp60 menjadi Rp3.150.

Saham yang melemah di antaranya PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. (GOLD) turun Rp106 menjadi Rp454, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) menyusut Rp95 menjadi Rp1.505 serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) berkurang Rp70 ke level Rp2.960.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, kebanyakan bursa utama Asia memerah setelah sempat diperdagangkan di wilayah positif positif pada awal sesi. Pelemahan pasar saham Asia terjadi di tengah rencana merger telco yang merupakan operator telekomunikasi terbesar ketiga di Australia.

Saham Australia, ASX 200 mengakhiri sesi cenderung mendatang hingga ditutup pada level 6.351,80. Namun sektor telekomunikasi naik 3,59% PG Telecom dan Vodafone Hutchison Australia mengumumkan merger yang akan menciptakan entitas gabungan senilai USD11 miliar.

Terpantau saham Hutchison Telecommunications (Australia), yang memiliki 50% saham Vodafone Hutchison Australia, ditutup 44% lebih tinggi usai kabar tersebut. Sedangkan saham TPG Telecom melonjak mencapai sebesar 18,15%.

Selanjutnya indeks Kospi di Korea Selatan menutup perdagangan pada posisi 2.307,35 usai tergelincir 1,68 poin atau 0,07%. Sentimen positif datang dari sektor baja dan alumunium dengan Hyundai Steel ditutup naik 0,56% sementara Posco dalam tren perbaikan 0,3%.

Berbanding terbalik, indeks Nikkei Jepang justru meningkat di akhir sesi sebesar 21.28% menjadi 22.869,50. Pelemahan justru kembali terlihat pada bursa saham China saat indeks Hang Seng, Hong Kong diperdagangkan turun 0,89 di posisi 28.164,05.

Pada daratan China, komposit Shanghai kehilangan keuntungan sebelumnya untuk terus merosot 1,14% dan ditutup pada level 2.737,74 serta komposit Shenzhen berakhir pada 1.467,182 usai terjatuh sekitar 1,484%.

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Buyback Saham Matahari Maksimum Rp13.330 per Saham

EquityWorld Futures – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), mengumumkan akan melakukan pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp1,25 triliun, dengan harga maksimum sebesar Rp13.330 per saham. Perseroan juga akan mengubah nama Matahari Department Store menjadi Matahari agar lebih merefleksikan posisi perseroan sebagai peritel omni-channel.

“Sebagai pemegang saham terbesar di Matahari, kami mendukung penuh proposal manajemen untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan dan kami tidak akan berpartisipasi untuk melakukan penjualan saham dalam program ini,”

LPPF akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Oktober 2018 untuk memperoleh persetujuan dari para pemegang saham mengenai proposal dari manajemen. Program buyback ini akan melakukan pembelian saham hingga 7% dari total saham perseroan. Hal itu disebut merefleksikan keyakinan manajemen perusahaan ritel Grup Lippo itu terhadap kinerja perseroan.

“Manajemen melihat pelemahan pasar yang terjadi saat ini sebagai kesempatan yang baik untuk meningkatkan keuntungan bagi para pemegang saham,”

CEO dan Wakil Presiden Direktur LPPF Richard Gibson mengatakan, sebagai peritel terkemuka di Indonesia pihaknya percaya bahwa LPPF masih memiliki ruang untuk dapat  mengembangkan format gerai utama. “Sehingga kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada target pasar kami yaitu segmen masyarakat dengan pendapatan menengah untuk beberapa tahun ke depan,”

LPPF terus mengembangkan jumlah gerai, terutama format gerai utama. Matahari juga akan mengembangkan merek dalam format specialty store sebagai pelengkap strategi pertumbuhan perseroan.

“Selain itu kami juga akan kembali melakukan investasi dalam kapabilitas logistik kami, yang tidak hanya akan mengurangi biaya operasional bisnis inti kami, tapi juga mendukung bisnis e-commerce kami yang berkembang pesat dan meningkatkan layanan yang menguntungkan bagi pihak ketiga,”

LPPF juga akan meningkatkan investasi modal di anak perusahaan yakni PT Matahari Nusantara Logistik (MNL) sekitar Rp500 miliar, untuk membiayai pembelian fasilitas distribusi multifungsi, dengan luas 50.000 m2.

Saat ini, Matahari Department Store memiliki 155 gerai di 74 kota di seluruh Indonesia. Matahari mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan dan bermitra dengan sekitar 850 pemasok lokal serta pemasok internasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures