PT EquityWorld Futures : IHSG Sesi Siang Berdiri Kokoh, Rupiah Melaju Nyaman di Zona Hijau

EquityWorld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan, Terus melaju nyaman di zona hijau untuk meneruskan tren positif sejak pagi tadi. Perbaikan mata uang Indonesia mengiringi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meroket usai mendapatkan dorongan sebesar 1,11%.

Rupiah hingga perdagangan sesi I menguat usai bertengger di posisi Rp15.180/USD atau jauh lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp15.200/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp15.170 hingga Rp15.200/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, hingga sesi siang juga melompat naik menjadi Rp15.184/USD atau tercatat mulai pulih dari sebelumnya yang merosot menjadi Rp15.202/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp15.184-Rp15.203/USD.

Rupiah tertahan di zona hijau pada level Rp15.195/USD. Posisi ini balik melawan dari posisi sebelumnya di Rp15.227/USD.

Rupiah di perdagangan siang ini stagnan pada posisi Rp15.195/USD dari sesi pagi. Namun posisi ini masih menjaga tren penguatan dari sebelumnya Rp15.230/USD.

Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan melesat naik ke level 5,832.76 dengan tambahan 1,11 poin atau setara 0,02% setelah tadi pagi menguat 39,180 poin atau 0,672% menjadi 5.870,83. Sedangkan kemarin, bursa saham Tanah Air menanjak 42,55 poin setara dengan 0,73% di posisi 5.831,65.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang bergerak cenderung mixed. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor keuangan mencapai sebesar 0,74% dan diikuti aneka industri bertambah 0,70%. Pelemahan terdalam menimpa industri dasar usai kehilangan 1,51%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp8,93 miliar dengan 10,00 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing Rp1,43 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp2,52 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,96 miliar. Tercatat 209 saham naik, 177 turun dan 150 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) serta PT Astra International Tbk. (ASII). Sedangkan saham-saham dengan pelemahan yakni PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA), PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

Advertisements

PT EquityWorld Futures : Rupiah Berbalik Meningkat Tipis, IHSG Siang Terperosok ke Level 5.770

EquityWorld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan,  Berbalik meningkat tipis, untuk mencoba bangkit dari zona merah. Sinyal perlawanan mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru terperosok setelah tadi pagi sempat menguat.

Rupiah pada perdagangan sesi I mulai membaik di posisi Rp15.210/USD atau naik tipis dari posisi penutupan sebelumnya Rp15.222/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp15.200 hingga Rp15.231/USD.

Siang ini berada di level Rp15.222/USD atau merayap dibandingkan kemarin Rp15.223/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp15.222-Rp15.231/USD.

Rupiah juga menguat menjadi Rp15.220/USD. Posisi ini sedikit lebih baik dibandingkan sebelumnya yang berada di level Rp15.223/USD.

Posisi rupiah siang ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tertahan pada tren pemulihan di level Rp15.227/USD. Dimana posisi ini terlihat berbalik positif dari posisi kemarin pada posisi Rp15.237/USD.

Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi siang menyusut sebesar 19.00 poin atau 0.33% ke level 5,770.10 setelah tadi pagi menguat 28,39 poin atau 0,49% menjadi 5.817,49. Sedangkan mendapatkan tambahan 34,49 poin atau 0,60% ke posisi 5.789,10

Sektor saham dalam negeri bergerak mendatar dengan sektor industri dasar mengalami kenaikan tertinggi 1,01%. Sedangkan sektor yang mengalami pelemahan terdalam adalah konsumen yang berkurang 1,72%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,80 miliar dengan 5,88 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing Rp499,56 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp808,87 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp1,30 triliun. Tercatat 189 saham naik, 202 turun dan 121 saham mendatar.

Beberapa sahan yang menguat di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) dan PT Waran Seri I Barito Pacific Tbk. (BRPT-W). Di sisi lain saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) serta PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Eagle High Plantations Operasikan Pabrik Baru di Papua

EquityWorld Futures – PT Eagle High Plantations Tbk (EHP) mulai mengoperasikan pabrik kelapa sawit baru yang dibangun di Kabupaten Keerom, Papua. Pabrik yang dioperasikan melalui anak usaha EHP, yaitu PT Tandan Sawita Papua (TSP) tersebut telah melewati uji coba operasional pada awal bulan lalu.

Dengan beroperasinya pabrik baru ini, EHP akan mendapatkan manfaat dan lebih efisien dalam pengelolaan dan pengolahan hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) dari perkebunan kelapa sawit PT TSP.

“Pengoperasian pabrik baru ini sebagai rangkaian perencanaan perseroan guna mengoptimalkan nilai tambah dari hasil panen TBS di areal TSP yang sebagian sudah memasuki usia tanaman menghasilkan,”

Pabrik kelapa sawit yang dibangun dengan total investasi sebesar Rp260 miliar ini memiliki kapasitas sebesar 60 ton per jam yang kelak bisa diperbesar menjadi 90 ton per jam. Dengan beroperasinya pabrik ini, EHP telah memiliki sembilan PKS dengan total kapasitas sebesar 1,85juta ton per jam.

Diharapkan, imbuh Henderi, keberadaan pabrik baru ini mampu menambah penyerapan tenaga kerja di Papua, khususnya di wilayah Kabupaten Keerom.

Pada akhir tahun ini, Perseroan berencana akan membangun satu unit pabrik berkapasitas 60 ton per jam dan bulking station dengan kapasitas simpan sebesar 4.000 ton. Pabrik yang akan dibangun di Kalimantan Timur ini sebagai upaya perseroan guna mengantisipasi peningkatan produksi perkebunan kelapa sawit di wilayah ini, yang masuk di usia prima pada tahun 2020.

Terkait kinerja, hingga kuartal III/2018, perseroan membukukan peningkatan produksi TBS sebesar 1,295 juta ton atau meningkat 32% dibanding produksi pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan produksi CPO sebesar 277.000 ton atau meningkat sebsar 26% dibanding tahun lalu.

Kendati volume produksi TBS dan CPO naik cukup signifikan, total pendapatan perseroan hanya meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi sebesar Rp2,36 triliun. Hal ini disebabkan penurunan harga cukup tajam di kuartal ketiga, dibandingkan harga di kuartal kedua lalu.

Pendapatan yang belum optimal ini juga disebabkan adanya penundaan pengiriman penjualan CPO. Hal ini terlihat pada tingginya persediaan barang jadi senilai Rp360 miliar. Perseroan berharap pengiriman bisa kembali lancar pada kuartal keempat.

Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sejak awal tahun hingga akhir September 2018 juga menyebabkan perseroan mencatatkan rugi kurs Rp165 miliar. Secara keseluruhan, pada kuartal III/2018, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp282 miliar, meningkat 31% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Diharapkan periode ke depan harga CPO dan nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa membaik dan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perseroan seiring dengan tren kenaikan volume produksi TBS dan CPO”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Awal Pekan Diprediksi Terbatas

EquityWorld Futures – Pelemahan rupiah yang terjadi masih dalam pergerakan tren sidewaysnya dimana belum berubah dari sebelumnya. Diperkirakan pergerakan tipis dari rupiah masih dimungkinkan dimana pelaku pasar cenderung menahan diri menyikapi berbagai sentimen yang ada.

Diharapkan pelemahan tersebut dapat lebih terbatas seiring dengan pergerakan USD yang sedang terlihat melemah dibandingkan sejumlah mata uang lainnya. Di sisi lain, diharapkan sentimen positif dari dalam negeri masih dapat lebih positif untuk membuat rupiah mampu berbalik menguat.

“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah. Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.222-Rp15.210/USD,”

Pergerakan rupiah kembali mengalami pelemahan dimana sebelumnya sempat mampu bertahan dari terapresiasinya USD. Meskipun kali ini diikuti dengan pelemahan USD setelah rilis data GDPnya belum cukup direspon positif.

Namun adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri belum mampu mempertahankan laju rupiah di zona hijau di akhir pekan kemarin. “Ini karena juga diimbangi dengan sentimen negatif lainnya”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Untung Selisih Kurs, Laba Bersih MARK Meroket 82,88%

EquityWorld Futures – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) meraih laba bersih kuartal III-2018 sebesar Rp58,83 miliar. Capaian tersebut meningkat 82,88% dibanding pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,17 miliar.

Presiden Direktur MARK, Ridwan, mengatakan pencapaian ini juga berhasil melampaui laba bersih sepanjang tahun 2017 sebesar Rp49,25 miliar. Capaian ini tidak lepas dari tercapainya peningkatan penjualan sebesar 35,24% menjadi Rp240,45 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp177,79 miliar.

“Tercapainya penjualan pada periode ini lebih baik dari penjualan sepanjang tahun 2017 sebesar Rp239,79 miliar. Ini berhasil melampaui target yang telah ditetapkan manajemen,”

Ridwan menjelaskan, perseroan berhasil menjaga tingkat biaya yang rendah meskipun terjadi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sepanjang kuartal III-2018.

“Dimana pada pos pendapatan dan beban lain-lain, kami mencatat laba selisih kurs sebesar Rp1,42 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya mencatat rugi selisih kurs sebesar Rp652,96 juta,”

Pada periode ini, lanjut Ridwan, ekspor masih menjadi kontributor penjualan terbesar yaitu sebesar Rp228,66 miliar atau mencapai 95,10% dari total penjualan. Nilai ini lebih baik dari penjualan ekspor pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp167,79 miliar atau 94,44% dari total penjualan.

“Sementara, dari sisi total unit penjualan hand former tercatat peningkatan jumlah penjualan menjadi 4,78 juta unit atau sebesar 28,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,72 juta unit,”

Adapun pada posisi ekuitas per 30 September 2018 tercatat peningkatan sebesar 28,43% menjadi Rp214,28 miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2017.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures :

EquityWorld Futures – Pembatalan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium menjadi Rp7.000 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter oleh pemerintah. Padahal di hari yang sama beberapa jam sebelumnya Menteri ESDM mengatakan tentang rencana kenaikan harga BBM Premium, dinilai oleh ekonom dapat berdampak negatif bagi investor karena menimbulkan ketidakpastian.

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Fahmy Radhi lebih lanjut menerangkan, hal itu bisa menunjukkan bahwa antar kementerian tidak kompak hingga bisa berdampak pada investor yang ingin menanamkan investasinya di Indonesia. Tidak adanya komunikasi dan kekompakan antara Kementerian atau Lembaga dalam satu kebijakan bisa juga menurunkan kepercayaan investor

“Ini jelas sekali tidak ada komunikasi antar kementerian, dan jadi signal negatif untuk investor Asing. Karena tiba-tiba sejam kemudian, sudah dibatalkan sehingga bikin investor tidak yakin untuk masih. Ini harus dibenerin dan memberikan langkah segera,”

Selain itu, ditambah saat ini Indonesia sedang menjadi tuan rumah ajang Internasional yakni pertemuan IMF-World Bank 2018 di Bali. Menurut Fahmy Radhi keputusan menaikkan harga BBM, untuk kemudian sejak kemudian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta kenaikan harga BBM Premium dibahas ulang menjadi kesan tidak baik di kalangan ekonomi dunia.

Apalagi tambah dia, Indonesia sedang coba meyakinkan investor dalam berinvestasi di Tanah Air. ”Jadi ini harusnya momentum yang baik dalam menaikkan harga BBM di depan para pelaku ekonomi dunia, jadi ini akan menyakinkan investor bukan memberikan dampak negatif,”

Dia mengatakan bahwa kenaikan BBM premium sejatinya perlu dilakukan agar tidak membuat defisit transaksi berjalan semakin lebar. Pasalnya apabila defisit semakin besar bisa berdampak pada sektor ekonomi Indonesia di tengah tantangan ekonomi global. “Ini saatnya naikan harga BBM karena costnya bisa terpental bila tidak dibenerin current accunt deficit. Ini adalah sistem ekonomi yang kompleks dan keseimbangan harus dilakukan.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures

PT EquityWorld Futures : Lanjutkan Pelemahan, IHSG Turun ke 5.709

EquityWorld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka zona hijau. Di jeda siang ini, IHSG berbalik arah ke zona merah. IHSG parkir di 5.794,021.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terpantau menguat. Dolar AS berada di level Rp 15.195.

Pada perdagangan pre opening, IHSG dibuka merah atau turun 2,140 poin (0,04%) ke 5.795,751. Indeks LQ45 juga turun 0,06% ke 910,351.

Membuka perdagangan, Rabu (24/10/2018), IHSG berhasil rebound. IHSG naik 4,856 poin (0,08%) ke 5.802,747. Indeks LQ45 juga bertambah 0,07% ke 911,524.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih bergerak positif. IHSG menguat 12,026 poin (0,21%) ke 5.809,917. Indeks LQ45 juga naik 0,22% ke 912,873.
Pada jeda siang ini penguatan IHSG berhenti. IHSG turun 3.870 poin (0,07%) ke 5.794,021. Sementara Indeks LQ45 juga turun 0,3% ke 908,150.

Pada penutupan perdagangan sore ini, IHSG turun 88,474 poin (1,53%) ke 5.709,417. Indeks LQ45 juga turun 19,750 poin (2,17%) ke 891,134.

Sementara itu indeks utama bursa Wall St ditutup dalam zona merah seiring penurunan sektor pertambangan dikarenakan harga minyak koreksi hingga di atas 4%. Adapun hal ini dikarenakan pasokan minyak AS naik per 19 Oktober sebanyak 9.8 juta barel.

Selain itu, pernyataan Arab Saudi yang berencana menambah pasokan juga turut menjadi sentimen negatif. Indeks Dow Jones turun 0.50% ke level 25,191.43, S&P turun 0.55% ke level 2,740.69, Nasdaq tertekan 7,437.54.

Sedangkan bursa saham Asia mayoritas bergerak hijau. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 bertambah 80,400 poin (0,37%) ke 22.091,180
  • Indeks Hang Seng turun 96,772 (0,38%) ke 25.249,779
  • Indeks Komposit Shanghai naik 8,470 (0,33%) ke 2.603,300
  • Indeks Strait Times naik 5,320 poin (0,18%) ke 3.036,710

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.025 ke Rp 25.775, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 750 ke Rp 7.625, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 200 ke Rp 5.450, dan Inti Bangun Sejahtera (IBST) naik Rp 200 ke Rp 6.400.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.700 ke Rp 75.300, Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun Rp 1.750 ke Rp 11.400, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 1.500 ke Rp 43.000, dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia turun Rp 975 ke Rp 10.500.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EquityWorld Futures